DM juga manusia,
punya rasa punya hati,
jangan samakan dengan pisau belati…
Penggalan syair lagu “Rocker juga manusia” punyanya Seurieus Band yang diplesetkan dengan kata koass ini boleh jadi sering terngiang di benak para koass/DM. Semakin hari plesetan singkatan DM (dokter muda, sebutan lain dari Koass) semakin bertambah. DM bisa diplesetkan jadi Dimarahi Melulu, atau Dibentak harus Manut, bisa juga Disalahkan harus Mengaku, dan yang terakhir ini malah jadi nggak enak, Disuruh-suruh harus Mau.
Koass adalah manusia intelek yang tidak digaji. Nggak digaji karena emang masih dalam tahap pendidikan profesi. Kalaupun digaji, bisa-bisa menambah beban pemerintah karena jumlah koass se-Nusantara ini ada ribuan kepala.
Di suatu bagian, adakalanya sering si koass dibentak-bentak oleh para gurunya. Kalau cuma face to face aja sih mendingan, tapi terkadang malah dihadapan pasien. Ini yang nggak enak banget. Hilanglah wibawa dan harga diri si koass. Si pasien pun setelah itu meremehkannya, sampai ada pasien cewek yang pernah menyindir “kok dokter muda ini bodoh?”. Namun ada juga pasien yang simpati “ sabar aja ya Mas, aku maklum, Mas DM tadi sebenarnya gugup aja, jadinya lupa dan nggak mampu menjawab pertanyaan beliau” bela si pasien menghibur DM. Merahlah muka si DM bodoh.
Sobat, kalau kita pikir secara mendalam. Maksud para guru kita itu marah dan membentak sebenarnya adalah untuk kebaikan kita sendiri di masa yang akan datang. Kita-kita yang lagi koass di RS ini adalah tanggung jawab mereka. Lebih baik kita keliru bertindak sekarang, dari pada kita salah bertindak selepas kita menjadi dokter. Iya kan? Jujur aja, setelah kita dimarahi, kita pastinya tidak akan dan berpikir beberapa kali untuk mengulangi hal/kesalahan yang sama sehingga kita dibentak tadi. Kalau kita dibilang bodoh, itu wajar, terima saja karena kita masih dalam tahap belajar. Dan besoknya bila ditanya lagi hal serupa, kita pasti sudah bisa menjawab, karena kita sudah di pressure untuk “mau nggak mau” harus belajar. Nah, disini seorang koass haruslah berpikir dewasa, jangan malah ngedumel dibelakang.
Terima kasih para guru-guruku, wahai dokter-dokter spesialis… karena bimbingan kalian, kami semua mendapatkan ilmu yang berguna untuk keselamatan pasien yang kami rawat. Dengan cara apapun dan teknik apapun, kami akan selalu menerima cara kalian memberikan bimbingan dan kami tidak akan pantang menyerah. Kami berjanji akan rajin belajar!!.
Jadi, jangan pernah bangga jadi DM!, kalau setiap hari terus-menerus dibom!. Hari ini dibentak, besoknya eh malah dibentak lagi. Bolehlah hari ini kita dibentak, tapi besok malah dipuji, karena pasien yang diterapi bisa tertolong.
Mungkin singkatan DM harus ditambah dengan Dicintai dan Mencintai. Nah, ini baru asyik. Hehehe.. Nggak ada yang komplain kan?
DIarsipkan di bawah: Uncategorized | Leave a Comment »